Gereja Katolik sangat kaya
dengan tradisi dan simbol iman. Kita berupaya setia melestarikan tradisi iman
Kristiani. Salah satunya adalah tradisi “memberkati” rumah dengan menggunakan
kapur pada hari raya Epifani. Tradisi ini mengingatkan pengalaman umat Israel
dalam siksa Keluaran malam pembebasan dari perbudakan. Pintu rumah umat yang
ditandai dengan darah anak domba Paskah diselamatkan dari maut. Bagi kita,
Kristus adalah Anak Domba Paskah membebaskan kita dari dosa dan maut.
Setelah kapur diberkati
imam dalam Perayaan Epifani, keluarga-keluarga ke rumah masing-masing dan mohon
berkat untuk rumah dengan menuliskan: 20 + C + M + B + 26 di paling
pintu masuk (kusen) atau daun pintu utama. Biasanya, kepala keluarga memimpin
upacara pemberkatan singkat ini.
APA MAKSUD HURUF DAN ANGKA
TERSEBUT?
Angka 20 dan 26 adalah
angka tahun saat ini. Huruf C, M, B adalah singkatan dari ketiga nama Para
Majus, yakni Caspar, Melchior, dan Balthasar. Namun, huruf-huruf
tersebut merupakan ungkapan doa dalam bahasa Latin "Christus Mansionem
Benedicat", yang berarti "Semoga Kristus memberkati rumah
ini". Lambang + sendiri merupakan lambang Salib.
MAKNA TRADISI INI?
Makna tradisi berkat kapur
adalah wujud penghayatan iman dan permohonan kepada Allah supaya melindungi
rumah kita dari kekuatan si jahat. Selain itu dengan menandai pintu dengan
kapur yang telah diberkati, keluarga kristiani berdoa semoga rumah Kristus dalam
keluarga di tengah suka duka sepanjang tahun. Tradisi ini merupakan penanda
harapan agar keluarga kristiani menjadi berkat bagi tetangga sekitar dan sesama
yang berkunjung. Semoga rumah-rumah keluarga Katolik di Bongsari bisa menjadi
bintang terang dan penerang di tengah masyarakat.
Semoga sepanjang tahun
2026 ini, Kristus memberkati rumah keluarga-keluarga kristiani. Ad Maiorem
Dei Gloriam.
Setiap LINGKUNGAN dapat mengambil 2 kapur epifani yang sudah diberkati setelah Misa 3 (Panjangan) dan 4 Jan 2026 (Misa II), yang bisa dipakai bergantian untuk menandai rumah masing-masing. Doa berkat rumah boleh didoakan oleh awam.
DOA
BERKAT RUMAH
(dapat
didoakan awam)
P Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus. Amin
Pertolongan
kita dalam nama Tuhan
U Yang menjadikan langit dan
Bumi.
P Tuhan beserta kita.
U Sekarang dan selama-lamanya.
P Inilah Injil Suci menurut
Santo Yohanes
U Dimuliakanlah Tuhan.
“Pada mulanya adalah
Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia
ada pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia
dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam
Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di
dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya” (Yohanes 1:1-14).
Setelah mendengar Injil, diucapkan
doa:
Allah
Bapa pencipta langit dan bumi, Engkau mewahyukan Putera-Mu yang tunggal kepada
sekujur bangsa dengan bimbingan bintang. Berkat rumah kami ini dan semua yang
ada di dalamnya. Semoga kami diberkati dengan kesehatan, kebahagiaan, hati yang
terbuka, dan menjadi semakin terbuka bagi Firman-Mu. Penuhilah keluarga kami
dengan Kristus, sehingga kami bisa kami sesama lain dapat melimpah kasih kepada
sesama. Lindungi rumah kami dan seluruh isi keluarga. Semoga keluarga kami
semakin kuat dalam menghadapi tantangan hidup yang ada di depan mata. Semoga
keluarga kami menjadi teladan kasih dan berkat bagi siapa pun yang datang
mengunjunginya. Demi Kristus, Tuhan Kami. Amin
Bunda
Maria, doakanlah kami. Bapa Yusuf jagalah kami. Amin.
Setelah doa berkat
diucapkan, salah satu anggota keluarga menuliskan di pintu depan rumah (kusen /
pintu rumah) dengan Kapur Epifani
20 + C + M + B + 26
Ketika menuliskan inisial
Tiga Raja Suci dan tahun 2026, ucapkan bersama:
“Christus
Mansionem Benedicat” atau
“Semoga Kristus memberkati rumah ini”