Hari yang ditunggu-tunggu setelah sekian waktu dipersiapkan telah tiba. Senin, 17 Februari 2025 Pengurus Adiyuswa/Lansia Paroki Bongsari berhasil menggelar sebuah acara yang bertajuk “Nostalgia Tembang Kenangan” di Ruang Loyola Lantai 1 Gedung Grha Argya, Gereja St. Theresia Bongsari.
Ide membuat acara ini muncul ketika beberapa anggota Adiyuswa pernah tampil sebagai Kwartet dalam acara Paskah Adiyuswa pada tahun 2022. Bp. Stanislaus Suprapto -- salah satu senior Adiyuswa -- yang telah dipanggil Tuhan tahun yang lalu, beliaulah yang mengharapkan bahwa program nyanyi bersama para Adiyuswa ini diteruskan. Beberapa Pengurus Adiyuswa Paroki Bongsari di awal tahun 2025 ingin mewujudkan harapan dan cita cita almarhum Bp. Stanislaus Suprapto. Sejak Desember 2024, acara sudah dipersiapkan, Januari 2025 dimatangkan, dan akhirnya pada Senin, 17 Februari 2025 acara dapat diselenggarakan meskipun masih dalam lingkup yang kecil. Yang diundang dalam acara ini adalah seluruh Pengurus Adiyuswa Paroki Bongsari bersama pasangannya, Romo Paroki dan Romo Pendamping Adiyuswa, Suster, serta beberapa perwakilan dari anggota Adiyuswa Senior, dan dihadiri 50 tamu undangan.
Acara dikemas dengan mengkombinasi Tembang Kenangan diselingi dengan Cerita Konyol dan Teka Teki Miring (teka-teki dengan jawaban yang tidak lurus). Selain itu juga diselingi dengan acara ulang tahun bagi anggota Adiyuswa yang berulang tahun di bulan Februari. Ada juga acara spontanitas yaitu mengumpulkan kolekte untuk membantu salah satu keluarga yang baru saja sebagian rumahnya tertimpa bencana pohon tumbang.
Acara dibuka dengan doa dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Balada Lansia “ yang liriknya berupa penegasan dan pernyataan Lansia yang meskipun sudah Lansia tetap berguna dan dibutuhkan. Jadi, sebagai lansia tidak perlu malu dan loyo.
Setelah selesai menyanyikan Balada Lansia, Romo Clemens Budiarta, S.J. sebagai Pendamping Adiyuswa/Lansia Paroki Bongsari menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Romo Clemens menyampaikan pentingnya lansia untuk selalu bergembira salah satunya melalui acara Tembang Kenangan ini agar tetap sehat di hari tua. Selesai sambutan, Romo Clemens melanjutkan dengan menyanyikan tembang yang berjudul Edelweiss from The Sound of Music.
Model Tembang Kenangan yang dikemas dengan model karaoke ternyata membuat para adiyuswa bersemangat untuk menyanyi dan tampil dengan percaya diri. Ada 16 tembang kenangan yang membutuhkan waktu kurang lebih hampir 2,5 jam. Semua Adiyuswa bernyanyi dan berjoget bersama.
Setiap lagu yang akan dinyanyikan selalu diawali dengan narasi yang menceritakan tentang kisah di balik lagu yang akan dinyanyikan. Ada cerita masa SMA, ada cerita saat pacaran, ada yang mendapat istri karena dikenalkan oleh pacarnya, dan sebagainya yang dibacakan secara puitis oleh pembawa acara sehingga menambah suasana semakin riuh dan kadang syahdu.
Mendekati akhir acara dibacakan kata kata bijak: "Kita tidak berhenti bermain-main karena menjadi tua; kita bertambah tua karena berhenti bermain." - George Bernard Shaw
Akhirnya acara yang dimulai tepat jam 17.15 berakhir pukul 20.00 dan ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Bp. Tumijo. Setelah doa penutup, seluruh peserta menyanyikan Tembang “Kapan Kapan“ sebagai ungkapan bahwa suatu saat kita akan berjumpa dan bersama lagi dalam Acara Nostalgia Tembang Kenangan berikutnya.
(Among Subandi – Paguyuban
Adiyuswa Paroki Bongsari)